Belanja Barang Persiapan Melahirkan Anak Pertama

Belanja Barang Persiapan Melahirkan Anak Pertama


Siapapun perempuan di dunia ini pasti tidak akan menyangkal bahwa berbelanja adalah kegiatan yang menyenangkan.  Ditambah  perlengkapan bayi itu modelnya lucu-lucu dan sangat beragam. Belum lagi rasa penasaran membayangkan rupa makhluk yang sedang berada di dalam perut akan memakai  pakaian kecil mungil dan lucu. Maka Percayalah (salah satu) hal yang paling menyenangkan ketika hamil adalah berbelanja barang-barang persiapan melahirkan dan perlengkapan bayi.
Dan sebagai emak-emak bijak (dan irit) tak mungkin memborong sekian banyak ragam perlengkapan bayi. Sekali lagi, harus bijak memilah mana barang wajib dimiliki dan mana yang bisa disubstitusi atau tak dimiliki dan tak disubstitusi pun tetap tak kerepotan merawat anak.
Sejak hamil 6 bulan saya mulai menjelajah website dan blog  mengenai barang yang harus  dibeli sebelum lahiran.  Ternyata setelah saya cross-check antar website, list barang-wajib-beli-nya pun tak semua sama. Dan begitu sudah menentukan mau beli barang A, lalu bingung mau beli merek yang mana. Ketika sudah menentukan mau beli merek yang mana, masih kebingungan mau beli di toko yang mana karena ada selisih harga. Begitulah jadi emak-emak bijak (dan irit) butuh analisa panjang dan tenaga ekstra.
Bisa dibilang perlengkapan yang saya siapkan memang sangat minimal. Kira-kira saya hanya menghabiskan biaya kurang dari 2 juta.  Karena ada beberapa barang lungsuran dan ada juga sebagai kado.
Sekarang setelah mengalami sendiri melahirkan dan merawat newborn, tetap saja ada barang wajib beli yang tidak saya beli (dan akhirnya saya beli secara online) dan ada barang yang dibeli namun belum terpakai.
Makanya dari pengalaman pertama ini, saya mau bikin list barang-barang yang kudu ada ketika saat melahirkan tiba. Bukan apa-apa, tapi setelah melahirkan kita kan gak bisa langsung lari ke mall atau toko perlengkapan bayi. Iya kalau di rumah ada yang disuruh belanja. Kalaupun ada, belum tentu bisa langsung berangkat saat itu juga. Dan lagi kalaupun bisa langsung disuruh belanja,  belum tentu barang yang dibeli bener sesuai pesanan (ini sering terjadi kalau yang disuruh beli suami). 

Somehow, semoga list ini bermanfaat, setidaknya buat diri sendiri kalau nanti dikasih rezeki untuk punya anak lagi (aamiin).
List belanja Barang Persiapan Melahirkan Anak Pertama :


  1.  Satu lusin baju newborn.  Meski saya pernah baca di sebuah situs kalau pakaian bayi sebaiknya jangan pilih yang ada kancingnya karena ada risiko tertelan. Tapi saya prefer yang model kancing depan. Waktu itu saya ada beli baju newborn model oblong. Ternyata memakaikannya susah bukan main.  Badan newborn kan masih ringkih, apalagi anak saya lahir dalam keadaan BBLR (berat badan kurang). Baju model oblongnya sangat jarang dipakai.
  2. Popok. Baru tahu ternyata sebulan pertama bayi itu pakai popok aja. Saya malah belanja celana panjang dan pendek. Setelah popok saya ganti dengan diaper, tetap gak saya pakaikan celana. Baru setelah  menginjak usia 1,5 bulan celananya terpakai.
  3.   Breast pad. Disposible breast pad yang saya beli iseng-iseng sebelum melahirkan ternyata sangat berguna. Rembesan ASI ternyata sangat mengganggu.  Dan setelah menyusui sendiri, saya baru tahu jika ASI keluar di puting kanan, maka puting kiri juga akan keluar ASI.  Makanya harus siap breast pad selalu kalau gak pengen basah dimana-mana dan ganti baju serta bra tiap berapa jam sekali.
  4. Kasur bayi dan kelambu.  Lebih praktis karena bisa dipindah-pindah dan lebih murah ketimbang box bayi.  Kelambu berguna terutama melindungi gigitan nyamuk.
  5.  Sarung tangan, sarung kaki, dan topi. Setelah satu bulan, anak saya gak pakai sarung tangan lagi. Sengaja, untuk melatih sensorik pada tangan. Jadi  jumlah sarung tangan (sebaiknya) lebih sedikit dari sarung kaki.
  6.  Bedong. Multifungsi. Kalau tidak digunakan untuk membedong, bisa digunakan untuk selimut atau alas tidur.
  7.   Selimut. Recommended yang rada tebel, biasanya saya gunakan dalam perjalanan menggunakan mobil.
  8.  Perlengkapan mandi dan setelah mandi: shampoo, sabun, handuk bayi, tempat mandi bayi, minyak telon, sisir rambut, bedak, tempat bedak, kain kasa (untuk melindungi tali pusar selama belum lepas), tisu basah, dan diaper newborn.
  9.   Gurita. Opsional, tapi saya pakaikan ke anak sebagai pengganti singlet. 
  10.   Perlak kecil. Berguna saat mengganti diaper atau memakaikan baju sehabis mandi
  11.    Washlap kecil-kecil. Saya pakai yang merek Gerber. Biasanya untuk membersihkan gumoh atau alas ketika menyusui. Gunanya gak spesifik tapi usefull banget.
  12.    Gunting kuku bayi. To be noted: kuku bayi cepat banget panjangnya.
  13.    Termometer. IMO, wajib punya karena bayi sering panas. 
  14.   Tas diaper bayi.  Sebenarnya kawan juga  bisa menggunakan tas lain yang gak spesifik buat diaper tapi bisa digunakan untuk membawa peralatan perlenongan si dedek.
  15. Bantal peyang
  16.  Gurita ibu. Biarpun memakainya  repot, tapi gurita sangat membantu mengecilkan dan   mengencangkan perut kalau dipakai secara telaten.
  17.    Kain sarung buat si ibu.
  18.    Pompa asi, botol, sikat botol, dan botol penyimpanan ASIP.  Pompa ASI adalah barang penting yang syukurnya saya beli sebelum melahirkan. Biasanya tiga hari pertama setelah melahirkan ASI belum keluar kalau ga di-suckling kuat. Masalahnya bayi umur segitu masih belajar suckling. Jadi pompa sangat membantu memancing ASI keluar. Sebenarnya waktu hamil saya sempat galau mau langsung beli atau setelah melahirkan. Tanya ke teman-teman rata-rata membeli setelah melahirkan, namun mereka menyarankan sebaiknya beli pompa ASI sebelum melahirkan.  Saya galau karena harga pompa ASI kan lumayan. Mau beli yang abal-abal, takut useless sedangkan beli yang bermerek sekalian takut gak cocok. Akhirnya saya putuskan beli yang middle aja, dengan budget dibawah 500K, saya pilih Spectra Handy Manual Breast Pump. So far, so good.
  19. Nursing cream untuk mencegah lecet puting.
  20.  Cream, oil, atau apapun untuk selulit yang timbul pasca melahirkan. Saya pakai bio-oil bahkan sejak hamil trimester pertama.
  21.   Jamu sehabis melahirkan. Ini opsional. Tapi berhubung saya memiliki kekhawatiran yang cukup terhadap penampilan setelah melahirkan. Maka rajin minum jamu dan mengoleskan berbagai tapel dan param setidaknya mengatasi kekhawatiran tersebut.
  22.   Baju rumahan yang breast-feeding friendly. Kelihatan sepele? Tapi pengaruhnya besar terhadap rasa nyaman dan mood.  Dan ternyata mencari daster rumahan dengan kancing depan gak mudah. Harganya pun biasa lebih mahal. Kadang saya akali dengan two pieces baju rumahan. Atau bisa beli celana tidur, terus stok banyak-banyak kaos oblong.
  23. Gendongan bayi. Ini Saya beli setelah melahirkan. Yang jelas gendongan pasti dibutuhkan sepanjang pertumbuhan bayi. Saya pilih yang tipe gendongan kain ring-sling karena lebih fleksibel.
  24. Botol sterilizer. Ini juga saya beli setelah melahirkan. Dan bukan barang wajib-dimiliki, namun sangat membantu saya yang suka males ribet-ribet manasin air dan ngerebus segala peralatan perbotolan si dedek. Merek yang saya punya Crown Babycare. Harga terjangkau plus review nya bagus. Dan memang terbukti.  
  25.   Lemari, kontainer plastik, atau tempat apapun untuk storing baju-baju dan segala peralatan perang si dedek. 
Anak saya masih dua bulan lebih 10 hari. Masih banyak peralatan perang yang harus dibeli (*elap keringat dan lirik dompet).  Yang masih jadi wish list 6 bulan ke depan:

1.       Stroller dan atau gendongan depan
2.       Kaos kaki atau pre-walker shoes
3.       Cooler bag
4.       Mainan  
5.       Slaber
6.       Singlet anak dan pakaian rumahan
7.       Cupfeeder dan botol penyimpan ASIP.  

Sedangkan hadiah yang paling banyak di dapat: baju, tas diaper bayi, dan peralatan makan. Barangkali karena baju bayi/anak perempuan itu lucu-lucu, jadi semua orang ingin membelinya. I warn you jangan beli baju banyak-banyak. Cukup baju rumahan saja. Karena bakal banyak dapat dari kado. Yang paling penting itu peralatan perang persusuan semacam botol, pompa dan sejenisnya. Jarang ada yang memberikan sebagai hadiah. Mungkin juga takut gak cocok. 

Note to self : kalau peralatan perang emaknya jangan disepelekan. Sementara peralatan perang dedeknya jangan terlalu ribet.  Secara ringkas: cukup pakaian lengkap, perlengkapan mandi,  peralatan bedding yang nyaman serta peralatan menyusui.  Sedikit, tapi harus ada dan senyaman mungkin. 


Sanga-sanga, Maret 2016

Post a Comment

0 Comments